Perkembangannya luar biasa pesat. Geliat kewirausahaan di Indonesia seperti sedang mencapai puncak tertinggi kegairahan global. Saya sendiri menjadi salah satu “korban”nya. Meski begitu, kewirausahaan sudah menjadi keinginan pribadi semenjak menginjakkan kaki di tingkat perkuliahan beberapa tahun silam. Geliatnya saat ini makin memperkuat dorongan untuk terus menggali potensi pada pilihan tersebut. Tidak ubahnya sebuah komoditi, kewirausahaan seolah menjadi sebuah hal yang juga mendatangkan “keuntungan”.
Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah itu salah? Tentu saja tidak. Itu
juga bagian dari bisnis (kewirausahaan). Munculnya beragam pelatihan dan
seminar bisnis adalah salah satu “resiko” positif yang kemunculannya
berbarengan dengan semangat para pelaku wirausaha pemula. Beberapa lembaga
bisnis dan perseorangan mulai memberika pelatihan-pelatihan bisnis bagi siapa
saja yang ingin mengembangkan potensi diri dalam aspek bisnis bahkan hingga
aspek sisi kehidupan pribadi. Bagaikan air berlimpah di musim hujan, kemunculan para pelaku wirausaha
pemula juga menjadi sebuah pemicu bagi perusahaan-perusahaan besar untuk
mengucurkan dana dalam sebuah kompetisi-kompetisi wirasuaha baik tingkat
regional, nasional, maupun internasional. Tidak sedikit kompetisi kewirausahaan
menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah. Proyeksi dari kucuran dana itu
adalah juga menjadi keuntungan promosi bagi perusahaan penyelenggara kompetisi.
Perputaran uang yang begitu cepat memberikan dampak pada pola hidup
yang seolah mewajibkan setiap orang berlomba-lomba mengambil setiap kesempatan
di setiap kemungkinan. Semangat yang menggebu mengembangkan bisnis akhirnya
memberikan cara pandang berbeda pada setiap pribadi menentukan pilihan. Permasalahannya
kemudian adalah, hak setiap pribadi mengikuti kompetisi bisnis untuk mencari
pendanaan tambahan serta benefit lain dari sebuah kompetisi kewirausahaan. Namun
demikian, sudahkah kita memperhatikan sumber pendanaan atau penyelenggara dari
kompetisi tersebut? Dengan tingkat persaingan pemikiran, dinamika, dan geliat
pasar regional, nasional, dan internasional seringkali menjadikan kita abai
akan hal-hal sederhana yang memang benar membuat bisnis kita berkembang di
dunia tapi membuat kita lupa sejatiya eksistensi bisnis kita juga menjadi bekal
kita menuju akhirat. Semua itu menjadi hak anda atas pilihan-pilihan yang harus
diambil.
DARI MANA SUMBERNYA??
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
5:29 am
Rating:
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
5:29 am
Rating:

No comments: