TIDAK ADA YANG KEBETULAN


Hari ini saya seperti biasanya magrib berjamaah di masjid yang berada dekat dilingkungan tempat tinggal. 3 hari berturut-turut sebelumnya karena satu dan lain hal kebiasaan saya itu tidak terlaksana dan pastinya tetap melaksanakan kewajiban saya sebagai seorang muslim di rumah. Cerita berikut ini barangkali beberapa orang menyangka kebetulan saja dan ada yang berkata itu ada kaitannya dan bisa jadi teguran dari Allah SWT dan saya adalah orang yang meyakini bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan.
Seperti biasa karena jarak yang cukup dekat dengan masjid kampung jadi kendaraan yang saya pakai ya kaki, bersenjatakan lengkap sarung, peci, baju koko, dan sajadah setelah beduk adzan berkumandang kaki mulai menggelayut meninggalkan rumah menuju masjid. Beberapa saat kemudian sampailah pada tempat tujuan masjid desa dipinggiran kota. Beberapa anak kecil usia belasan tahun dalam masjid sudah melantunkan pujian-pujian saya bergegas menuju tempat wudhu di samping masjid. Langkah tertuju pada kolam air seperti bak berukuran kurang lebih lebar 1 meter dan panjang 3 meter sebagai tempat membersihkan kaki sebelum menuju tempat wudhu. Diantara dasar dan permukaan kolam terdapat rangka besi jeruji berbentuk bulat ukuran 3 cm kemudian melangkahlah kaki saya tanpa curiga dan tiba-tiba……. Byurrrr.. seperempat dari sarung yang saya gunakan basah kuyup dan tulang kering kaki kanan lumayan nyeri benjol terantuk diding beton kolam.
Semua mata jamaah yang berada dibelakang saya melihat kearah saya dan mulai bertanya.. kenapa mas.. kemudian saya menjawab, ini jerujinya bolong copot satu tidak ada pipanya, kurang memperhatikan langsung melangkah ke kolam jadi keblowok (terperosok). Sambil memegang tulang kering dan memeras sarung yang basah mulai menepi dan mempersilahkan jamaah lain lewat sambil memperingatkan untuk hati-hati karena lubang yang lumayan besar dengan bekas besi las lancip di beberapa sudutnya. Senyum-senyumlah saya sambil mengelus-elus kaki kanan yang sedari tadi dilihat anak-anak kecil.
Pikiran saya mulai menerawang, 4 hari lalu kolam bak air ini masih bagus dan kokoh lah kok sekarang bolon, aduh lumayan bikin malu dimuka umum terperosok. Sampai akhirnya saya berfikir barangkali ini teguran dari-NYA. 3 hari tidak jamaah dimasjid, otomatis tidak tahu keadaan masjid terkini seperti apa akhirnya jadi korban “keganasan” kolam bak air. Akhirnya saya tetap berwudhu dan sholat dengan sarung sedikit basah dan terpincang-pincang hehehehe. Berlanjut ke sholat isya, setelah magrib usia biasanya saya pulang terlebih dahulu kemudian balik lagi ke masjid dan ternyata sarung saya basah lagi tapi kali ini hanya sedikit juga bukan karena terperosok di lubang yang sama di bak kolam air itu tapi di lokasi yang sama ada 2 orang anak kira-kira berusaia 6-7 tahun bukannya wudhu malah siram-siraman mengingat masjid ini berada diwilayah kampung dan lingkungan panti serta pondok pesantren jadi banyak terdapat anak kecil.
Barangkali kejadian kedua saat isya melaui anak kecil itu Allah SWT menegur saya untuk selalu menyikapi segala sesuatu dengan bijak sampai pada akhirnya saya wudhu, sholat isya berjamaah dengan sarung yang lagi-lagi sedikit basah.. usai sholat saya Cuma bisa senyum-senyum sendiri sambil menulis artikel ini. Sebagai manusia saya hanya bisa minta ampunan semoga teguran ringan ini selalu mengingatkan saya jika tidak ada yang kebetulan di dunia ini dan harus makin rajin jamaah di masjid.
TIDAK ADA YANG KEBETULAN TIDAK ADA YANG KEBETULAN Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 7:56 pm Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.