Seperti biasa karena jarak yang cukup dekat dengan
masjid kampung jadi kendaraan yang saya pakai ya kaki, bersenjatakan lengkap
sarung, peci, baju koko, dan sajadah setelah beduk adzan berkumandang kaki
mulai menggelayut meninggalkan rumah menuju masjid. Beberapa saat kemudian
sampailah pada tempat tujuan masjid desa dipinggiran kota. Beberapa anak kecil
usia belasan tahun dalam masjid sudah melantunkan pujian-pujian saya bergegas
menuju tempat wudhu di samping masjid. Langkah tertuju pada kolam air seperti
bak berukuran kurang lebih lebar 1 meter dan panjang 3 meter sebagai tempat
membersihkan kaki sebelum menuju tempat wudhu. Diantara dasar dan permukaan
kolam terdapat rangka besi jeruji berbentuk bulat ukuran 3 cm kemudian
melangkahlah kaki saya tanpa curiga dan tiba-tiba……. Byurrrr.. seperempat dari
sarung yang saya gunakan basah kuyup dan tulang kering kaki kanan lumayan nyeri
benjol terantuk diding beton kolam.
Semua mata jamaah yang berada dibelakang saya
melihat kearah saya dan mulai bertanya.. kenapa mas.. kemudian saya menjawab,
ini jerujinya bolong copot satu tidak ada pipanya, kurang memperhatikan
langsung melangkah ke kolam jadi keblowok (terperosok). Sambil memegang tulang
kering dan memeras sarung yang basah mulai menepi dan mempersilahkan jamaah
lain lewat sambil memperingatkan untuk hati-hati karena lubang yang lumayan
besar dengan bekas besi las lancip di beberapa sudutnya. Senyum-senyumlah saya
sambil mengelus-elus kaki kanan yang sedari tadi dilihat anak-anak kecil.
Pikiran saya mulai menerawang, 4 hari lalu kolam
bak air ini masih bagus dan kokoh lah kok sekarang bolon, aduh lumayan bikin
malu dimuka umum terperosok. Sampai akhirnya saya berfikir barangkali ini
teguran dari-NYA. 3 hari tidak jamaah dimasjid, otomatis tidak tahu keadaan
masjid terkini seperti apa akhirnya jadi korban “keganasan” kolam bak air. Akhirnya
saya tetap berwudhu dan sholat dengan sarung sedikit basah dan
terpincang-pincang hehehehe. Berlanjut ke sholat isya, setelah magrib usia
biasanya saya pulang terlebih dahulu kemudian balik lagi ke masjid dan ternyata
sarung saya basah lagi tapi kali ini hanya sedikit juga bukan karena terperosok
di lubang yang sama di bak kolam air itu tapi di lokasi yang sama ada 2 orang
anak kira-kira berusaia 6-7 tahun bukannya wudhu malah siram-siraman mengingat
masjid ini berada diwilayah kampung dan lingkungan panti serta pondok pesantren
jadi banyak terdapat anak kecil.
Barangkali kejadian kedua saat isya melaui anak
kecil itu Allah SWT menegur saya untuk selalu menyikapi segala sesuatu dengan
bijak sampai pada akhirnya saya wudhu, sholat isya berjamaah dengan sarung yang
lagi-lagi sedikit basah.. usai sholat saya Cuma bisa senyum-senyum sendiri
sambil menulis artikel ini. Sebagai manusia saya hanya bisa minta ampunan semoga
teguran ringan ini selalu mengingatkan saya jika tidak ada yang kebetulan di
dunia ini dan harus makin rajin jamaah di masjid.
TIDAK ADA YANG KEBETULAN
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
7:56 pm
Rating:
No comments: