BELAJAR DARI ADIK SEPUPUKU

Umurnya terbilang amat sangat belia kira-kira 4 tahun, laki-laki dan bersekolah di salah satu PAUD di kota Mojokerto. Seringnya dia bermain ke rumah membuat suasana dalam rumah menjadi ramai dan pasti taulah kebiasaan anak kecil yang membuat semua maianan berserakan. Mau tidak mau, orang-orang dirumah yang membersihkan.
Suatu waktu disiang hari yang terik beberapa cucian piring dan gelas kotor tertumpuk dibak cuci piring konvensional (alias ndeso ndeprok dilantai tanpa wastafel cuci), sepupuku yang baru berusia 4 tahun ini tiba-tiba saja mencuci semua piring dan gelas kotor yang teronggok (kebiasaan buruk dirumah yang tidak patut dicontoh dan harus diperbaiki yakni meninggalkan piring dan gelas kotor sisa makan hingga menumpuk kemudian baru dicuci) dan dengan bangga menyodorkan hasil cucian ke ibuku yang sedang sibuk di dalam dapur, Nampak kaget dan heran barangkali melihat tingkahlaku sepepuku ini. Hasil cucian bersih dan tidak ada pecah appaun dari piring dan gelas itu. Sesaat kemudian ibuku bercerita, sekecil itu sudah bisa mencuci piring karena meniru (melihat dan mencoba apa yang dilakukan oleh orang dewasa disekitarnya). Hanya satu kekhawatiran ibuku jika piring-piring itu pecah apalah jadinya tempat cucian dan sepepuku yang belia itu.
Dengan cekatan merapikan piring dan gelas bersih seketika. Keberaniannya mencoba segala hal menjadikan aku sadar tentang imajinasi anak kecil yang liar. Tak pernah khawatir akan gagal dan polos seperti tak memiliki rasa bersalah. Perbedaannya, pada posisi demikian kekhawatiran tentang kesalahan anak kecil akan menjadikan maklum orang-orang disekitar dan mengajarkan untuk lebih baik. Sedangkan pada orang dwasa, kesalahan adalah segala hal yang harus secara sadar dipertanggungjawabkan agar kebenaran menjadi syarat mutlak atas pembelajaran dan pengasuhan terhadap diri sendiri, anak, karyawan, orang lain, juga contoh bagi orang yang tidak kita kenal sekalipun.
Semoga saya pribadi dan para pembaca kian sadar kegagalan adalah bukan sebuah keburukan melainkan pembelajaran yang indah karena melepasliarkan imajinasi masa kecil menjadi pembelajaran yang penuh tanggung jawab saat dewasa.
BELAJAR DARI ADIK SEPUPUKU BELAJAR DARI ADIK SEPUPUKU Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 1:32 pm Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.