Pertemuan 2 atau lebih manusia yang energinya tertahan kemudian bertemu dan beradu dalam sudut pandang positif akan membawa banyak sekali manfaat. Bertukar pandangan, pemikiran, perluas wawasan, menyambung rejeki, menebar tawa, merubah gundah jadi membalik kondisi luar biasa. Itulah kelebihan silaturahmi. Menjelang malam, kebiasaan berdiskusi membicarakan banyak hal menjadi kian renyah dan gurih ditemani secangkir kopi hitam yang pengolahan biji kopinya dari kampung halaman beliau. Pada satu pembicaraan sempat menyinggung-nyinggung tentang besaran rejeki dan kemampuan menerima rejeki yang membuat saya semakin sadar dan banyak belajar tentang kehidupan yang saya jalani, semoga juga demikian dengan para pembaca yang membaca artikel saya ini. Ketika kita sudah memilih sebuah jalur dan memantapkan pilihan tersebut, barangkali banyak dari kita yang sudah merasa cukup dengan apa yang kita punyai saat ini.
Meminjam bahasa teman saya, kegagapan situasi yang
menjadikan kita harus rumongso (merasa). Merasa sebab-sebab dari segala hal
yang kita dapat saat ini. Jika bayangan-bayangan besar kita tidak dibarengi
dengan peningkatan kemampuan kita menangkap segala hal, barangkali kita akan
terus gagap jika tidak bersegera rumongso. Rumngso tentang diri sendiri,
sudahkan cukup mampu menerima pemeberian Tuhan. Diibaratkan oleh teman saya
dengan mangkok. Sudahkah kita menyiapkan mangkok yang besar untuk menerima
anugerah Tuhan yang begitu besar. Untuk menyiapkan mangkok yang besar
dibutuhkan “biaya” (proses) yang besar pula. Atau setidaknya, jika tidak
memiliki “biaya” (proses) untuk menyiapkan mangkok yang super besar, kita bisa
menyiapkan mangkok yang “banyak” (proses yang panjang) untuk menerima anugerah
Tuhan yang tidak terbatas. Sehingga mangkok yang banyak itu bisa menampung
anugerah-NYA sedikit-sedikit dalam banyak mangkok. Dan dari proses yang panjang
tersebut kita menjadi pribadi yang pantas untuk menyiapkan dan memiliki mangkok
yang besar untuk menampung segala anugerah Tuhan yang tiada batas dan
berlimpah.
Jika saat ini kita masih dalam proses belajar dan
menyelami kehidupan, semoga kita diantara orang-orang yang sudah menyiapkan
mangkok-mangkok kecil yang banyak untuk
menampung kucuran anugerah tiada batas dari-NYA dan merubahnya menjadi mangkok
yang besar… pertanyaannya, sudahkah kita pantas memiliki mangkok yang besar???
MANGKOK
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
7:12 am
Rating:
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
7:12 am
Rating:

No comments: