SEBUAH KEPANTASAN


Ini bermula ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) beberapa tahun silam. Cerita ini mengingatkan saya akan pentingnya usaha dan pantasnya diri menerima sebuah keinginan dengan yang cara Allah SWT/Tuhan YME berikan. Saya bersyukur dilahirkan dari keluarga yang cukup tetapi tidak juga berlebih. Ketika itu, saat masih duduk di kelas 2 SLTP adalah masa dimana pergaulan bersama teman intensitasnya cukup tinggi, Dipengaruh juga oleh adik dari ibu yang tinggal 1 rumah dengan usia kisaran 20-21 tahunan saat itu seperti pemuda pada umumnya menyukai bermain gitar dan nge-band. Tahun 1980 sampai 90-an adalah saat dimana belantika musik Dunia dan Indonesia sedang ramai-ramainya dengan musik-musik berkualitas di masa saya meskipun saya menjejakkan kaki di SLTP tahuan 2000-an tetapi lagu dari masa sebelumnya cukup menginfluence.

Saking besarnya keinginan untuk bisa bermain gitar, dipengaruhi juga oleh kawan-kawan dalam personil band yang sempat dibentuk masa SLTP menguatkan saya untuk belajar bermain gitar. Alat musik yang saya rasa adalah alat musik paling bisa didapat dengan biaya murah dan sudah umum dimiliki banyak orang. Gitar hijau dengan kondisi kulit belakang yang hampir mengelupas dengan suara sumbang tidak keruan serta ikatan sebuah kayu/batang keras di leher gitar untuk menahan senar yang suaranya mulai tidak merdu tidak membuat patah semangat untuk belajar bermain gitar.

Hari-hari berlalu, hingga sampai akhirnya tetangga disebelah rumah yang lebih tua usianya serta beberapa teman di sekolah yang mulai membawa alat musik saat mengikuti kegiatan seni sekolah semakin menguatkan diri bermain gitar. Semakin hari semakin lama bentuk gitar yang saya gunakan utnuk berlatih tak lagi berbentuk. dengan harga yang lumayan murah membuat gitar tidak lagi bisa bertahan. Mulai dari lapisan depan dan belakang yang mulai copot serta kepala gitar yang retak-retak enah karena apa. Merengeklah saya dihadapan Bapak saya saat itu meminta dibelikan sebuah gitar baru. tapi sayang, tidak serta merta Bapak saya membelikan apa yang saya inginkan, rengekan saya sia-sia padahal sudah geleyotan tidak karuan tapi apalah daya saya tidak memiliki kuasa.
Itulah sebab dimulainya saya sedikit pelit dengan pengeluaran, uang jajan sampai kenaikan ke kelas 3 saya simpan baik-baik dalam laci meja belajar. Beberapa ribu setiap hari dan menghitungnya tiap akhir bulan. By the way, selepas Sekolah Dasar saya tidak lagi sering berhubungan dengan acara tabung menabung di bank dan memilih memasukkan uang kedalam laci meja belajar dan selipan buku-buku bacaan. Sebabnya, ketika SD memiliki rekening di Bank C*****l Asia di tahun 1997 – 1999an terpaksa bersama ibu saya saat itu menutup rekening karena ada isu penutupan Bank akibat kerusahan krisis moneter serta reformasi namun ternyata tidak terjadi dan setelah peristiwa itu belum membuka rekening hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Berasa aneh :)
Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu akhirnya sampailah pada satu waktu dimana merasa tabungan telah cukup untuk membeli apa yang saya harapkan sejak lama. Sebuah gitar akustik sederhana. Mintalah saya kepada Bapak untuk diantar kesebuah toko alat musik di pusat kota. Menaiki sebuah vespa lama berbadan tambun kami meluncur ke kota, sampai disana memilih-milih gitar dan ternyata uang masih kurang, tapi tiba-tiba Bapak dengan santai menawarkan tambahan uang. Kala itu saya berfikir kenapa tidak langsung saja dibelikan kalau akhir-akhirnya ditambah juga kekurangan uang saya. Tapi saat ini saya paham, bahwa tidaklah baik segala sesuatunya didapat dengan instan, jika menyisihkan sedikit uang untuk mendapatkan apa yang saya inginkan adalah proses menuju sebuah kepantasan berbentuk ikhtiar, saat ini bagi saya dan siapa saja yang merintis karir baik wirausaha maupun pekerja rasanya cukup bijak meneladani segala bentuk kejadian sebagai usaha untuk memantaskan diri mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan.

SEBUAH KEPANTASAN SEBUAH KEPANTASAN Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 10:24 am Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.