Ramadhan yang berbeda di 2012


Tidak seperti 5 tahun belakangan kuhabiskan waktu Ramadhan ditanah perantauan untuk menyelesaikan study S1 di pulau seribu pura tanah dewata Bali di Universitas Udayana tepatnya. Kurang lebih baru 8 bulan kutinggalkan jejak-jejak cerita itu dan sekarang memulai kehidupan baru di kampung halaman yang sudah 5 tahun kutinggalkan. Ramadhan bersama keluarga telah terlewati lebih dari setengah perjalanan dalam bulan Ramadhan tahun ini, menjalani puasa dengan menu berbuka yang hampir pasti adalah masakan emakku tercinta yang tiada banding tiada tanding, mantap, top markotop, maknyus, dan laziiissss.. :-) pasti sangat berbeda karena dulu jadi anak kos, makan menu warung dan terkadang berburu ta'jil di masjid-masjid di sekitar kota denpasar. Beberapa kali di denpasar menjual es buah di depan pagar kampus Udayana (Jl. PB Sudirman) tiap datang Ramadhan. Semuanya menjadi kenangan manissss..
Bersama teman-teman muslim dalam sebuah komunitas dan organisasi yang menaungi kawan-kawan mahasiswa muslim di Udayana mengadakan acara BUBAR (Buka Puasa Bareng) dengan berbagai tema.
Tapi inilah kehidupan, waktu berputar dan selalu ada para pengganti dan pembaharu yang juga akan melewati segalanya. Menjadi indah karena silaturahmi terjalin, menjadi indah karena merasa semua adalah keluarga yang satu sama lain melengkapi. Indahnya kebersamaan diperantauan. Melengkapi satu sama lain disebuah lingkungan yang didominasi kalangan non muslim tapi berkah Ramadhan tak pernah luput dari setiap makhluk yang merindunya. Toleransi yang diberikan oleh teman-teman non muslim menjadi indah terajut dalam sebuah keharmonisan.
Satu hal yang mungkin untuk jangka waktu lama tak lagi bisa kurasakan, atmosfir mudik berkendara menyisir selatan pulau Bali ditemani lambaian pohon kelapa ditepian pantai, menyeberangi selat Bali berdesakan bersama ribuan pemudik yang menjadi bikers dadakan (setiap kali mudik selalu pakai motor dengan perjalanan darat kurang lebih 12 jam) penuh sesak memadati pintu antiran tiket kapal feri dan pemeriksaan kelengkapan berkendara oleh pak polisi. Mudik menjadi hal wajid tiap kali Ramadhan tiba dipenghujung waktu mendekati Hari Raya Idul Fitri. Hunian di kos menjadi sepi, kesibukan kampus dilupakan sejenak dan yang teringat dibenak adalah keluarga. Sekarang ini karena masa study telah usai, dan menetap di kampung halaman serta kakek nenek dari ibu maupun alm. bapak tak lagi ada acara lebaran kuhabiskan di tempat kelahiranku yaitu Mojokerto.
Suatu saat nanti jika Allah mengizinkan mendapati pendamping hidup yang datang dari luar Mojokerto, sepertinya Mudik akan menjadi hal menyenangkan bersama dengannya yang halal bagiku.. :-) (menyelipkan doa di bulan yang penuh berkah) amiiinnn..
Ramadhan yang berbeda di 2012 Ramadhan yang berbeda di 2012 Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 10:50 pm Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.