Manusia Paripurna


Saat remaja, kujalani dengan segala kondisi yang ada.
Saat dewasa, mencoba mencari jati diri
dengan membuka pergaulan seluas-luasnya dan sekarang masih aku jalani.
Semoga paruh baya dan lanjut usia kelak, aku bisa berguna untuk semua.
(m.g.a)

Alhamdulillah, itulah kalimat pertama yang muncul jika ditanya tentang bagaimana diriku memaknai usia yang kini bertambah bertepatan dengan dirgahayu Republik Indonesia tepatnya 17 agustus dan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan di tahun 2011 ini. Semua terasa lengkap dengan kehangatan keluarga serta ucapan dari kolega dan sanak saudara. Rasa syukur mendalam kepada Allah SWT utamanya sebagai seorang muslim, aku masih dapat melewati Ramadhan tahun ini dalam keadaan sehat dan tak kurang suatu apapun. Melihat semangat muda disekitarku yang berkobar mencoba menerobos batasan-batasan kaku yang senantiasa kreatif untuk meningkatkan potensi diri telah memberikan angin segar bagi diriku untuk selalu belajar dalam setiap pertambahan usia yang artinya waktuku tak lagi panjang di dunia untuk mengerti semua.
Akan tetapi aku selalu berharap agar Allah SWT senantiasa mendampingi langkah-langkahku yang mencoba memantapkan pilihan atas keadaaan agar mampu berguna atau bermanfaat untuk semua (pribadiku, keluagaku, teman dan sahabat-sahabatku, masyarakat, daerah, Negara, bahkan mungkin dunia). Bukan semata hanya harapan dan angan-angan kosong, tetapi memang usaha ini belum maksimal untuk dapat memberikan manfaat kepada semua setelah apa yang dijalani beberapa tahun belakangan ini.
Tak banyak yang terlihat tentang kualitas diri ini dari pertambahan-pertambahan usia ditahun-tahun sebelumnya dengan tahun ini. Mungkin saja perubahan itu ada, tetapi tak lebih banyak daripada kekurangan yang ada. Namun demikian, semoga diriku mampu belajar dari apa yang telah terjadi dari kegagalan, kesalahan, kekhilafan, kecerobohan masa lalu untuk bangkit di tahun-tahun berikutnya dan senantiasa bersyukur untuk kesempatan yang datang dari Allah SWT untuk memperbaiki semua dan bangkit dari kejatuhan dan keterpurukan. Rasa terimakasih juga tak luput dari lingkungan yang selama ini menempa diriku untuk menjadi pribadi yang belajar dan terus belajar, memahami, mengerti, kernyitan dahi, rasa heran, rasa malu, kekurangpekaan terhadap keadaan, dan lain sebagainya telah menjadi guru yang baik hingga usiaku yang sekarang ini. Semoga sampai pada waktunya nanti, aku dapat terus belajar dan memahami serta mengintrospeksi diri untuk berubah menjadi lebih baik bagi semua dan mampu menjadi makhluk yang paripurna dihadapan semua pada umumnya dan Allah SWT khususnya.
Manusia Paripurna Manusia Paripurna Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 9:13 pm Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.