Sesulit inikah hidup atau hanya ingin menempuh jalan pintas untuk mendapati kenikmatan dunia sesaat ??
Pagi itu semua terasa biasa saja seperti hari-hari biasanya. Aktifitas pagi kumulai dengan segelas teh hangat dan ditemani koran pagi nasional yang lumayan besar berkantor di Ibukota Jawa Timur. Siap dengan perlengkapan tas berisi berkas-berkas dan sepatu kets coklat dan jam tangan di lengan tangan kiriku serta berkemeja coklat dan celana cream membuat penampilanku matching dari ujung kepala hingga kaki. Yup, semua yang berwarna coklat menempel ditubuhku kecuali jam tangan dari steanlis. Kekompakan warna itupun baru aku sadari setelah aktifitas pagiku selesai.
Selesai membaca koran pagi, aktifitas kumulai dengan bergegas menuju warung makan tempat biasa diriku santap pagi dan pilihan menu kali ini jatuh pada nasi pecel dengan lauk tempe, perkedel jagung, usus ayam dan sebotol air mineral bermerk di Indonesia. Sampai saat menu dihidangkan dan kusantap lahap untuk mempercepat aktifitasku karena jam sudah bergerak menuju pukul 09.30 wita. Tiba-tiba saja dipertengahan menyantap menu pecel pemilik warung makan dan rekan kerjanya serta seorang lain yang tidak pernah kulihat sebelumnya dating ke warung ini membuat aku tersedak dari sedikit mengernyitkan dahi. Tak baik mendengarkan orang lain saat berbicara dengan orang lain (menguping). Tetapi, tanpa ada niat sedikitpun menguping suara mereka bertiga yang keras itu tidak sungkan-sungkan masuk kedalam lubang telingaku dan meluncur kedalam logika berfikir serta akal sehatku untuk mencerna isi perbincangan itu. Ini kutipan perbincangan yang seharusnya tidak layak diperbincangan ditempat umum, ada baiknya hal seperti ini dibicarakan di tempat privat!!
(Perbincangan dengan logat Madura berbahasa jawa)
Pemilik warung : eh, kamu ada kenalan orang kaya di Bali atau Denpasar?
Tamu : kenapa memang? Ada lah!
Pemilik warung : beneran ini!
Tamu : lho, kamu minta yang sekaya apa? 1,2,3 toko tempat warungmu ini sama mobil satu di depan itu bisa di duiti sama dia!
Pemilik warung : bener ya, ini ada si bunga (bukan nama sebenarnya) nyari tamu, siapa tau ada yang mau di temenin.
Tamu : oohh, itu. Aku bukan germo pernah ditantang dia kalo iparku yang cewek mau diduiti sama temenku ini, gila!! Memang lumayan iparku.
Pemilik warung : iya, ini dia (bunga) nyari tapi gak mau om-om.
Tamu : kok jauh sekali nyari, di jawa kan banyak.
Pemilik warung : pengen di Bali si bunga
Tamu : cantik gak?
Pemilik warung : cantik lah, baru 19 th, sekali jalan 3,5 juta.
Tamu : halah, kok mahal! D sini aja umur 18 th cantik bahenol gak sampe 1 jt sekali jalan.
Pemilik warung : yang ini lain daripada yang lain!!
Tanpa basa-basi, aku mempercepat lahapan santapan makanku sebelum nafsu makan hilang karena perbincangan yang mulai mengarah ke hal buka-bukaan dan vulgar. Sampai aku bergegas membayar makan dan bergegas pergi, perbincangan tanpa rasa malu itu masih berlangsung di tempat yang amat sangat umum “warung makan”.
Sesulit inikah hidup atau hanya ingin menempuh jalan pintas untuk mendapati kenikmatan dunia sesaat ??
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
11:03 am
Rating:
No comments: