GURAT ITU SEMAKIN JELAS

Kemarin pagi, hari jumat tepatnya. Saya sedang tidak ada kegiatan dan berada di rumah. Memilih untuk mencuci pakaian-pakaian kotor yang sudah menumpuk. Di sudut ruangan lain terletak dapur biasa ibu selalu menghabiskan paginya. Matahari masih enggan muncul berselimut mendung tipis. Awan kelabu khas musim penghujan gagah menaungi kolong langit yang sibuk dengan hiruk pikuk kehidupan. Sembari mencuci, sesekali mata melihat ke arah luar rumah. Melalui sela-sela pintu antara ruang belakang, ruang makan, ruang tengah lurus hingga halaman rumah. Ibu baru saja keluar dari kamar menuju belakang. Biasanya, beliau lebih pagi kemudian keluar menuju “bakul” belanja langganan. Beliau tidak pernah melewatkan aktivitas pagi itu dari sejak saya masih kecil ketika beliau masih bekerja hingga sekarang beliau sudah pensiun dari pekerjaannya. Tetap berbelanja di pagi hari dan menghabiskan waktu pagi di dapur menyiapkan menu untuk sarapan pagi dan siang keluarga. Sesekali melewatkan bila kurang enak badan dan membeli masakan jadi.

Pagi ini beliu memilih untuk memasak nasi goreng. Bahan-bahan maskaan sudah tersedia dalam lemari pendingin jadi tak perlu lagi berbelanja. Beliau sedang kurang enak badan dan meminta tolong ke saya untuk membeli soto di warung langganan. Waktunya saat ini banyak dihabiskan dengan cucunya. Putri dari kakak saya. Cucu pertamanya yang membuat beberapa perubahan Nampak jelas dari beliau. Lebih ceria, mengontrol amarah dan berkunjung ke tetangga di kala pagi sembari menggendong kepnakan saya yang baru berumur 2,5 bulan. Senang melihat beliau bahagia. Tetapi malunya saya masih sering membuat beliau gundah dan dan belum bisa memberikan yang terbaik.

Belakangan beliau sering mngeluhkan lututnya yang sakit karena termakan usia. Tulang-tulang di raga tak lagi mampu menyeimbangi semangatnya. Ketika beliau membuka jilbab dan mengumbar senyum sambil bersenda gurau dengan keponakan saya, terlihat keriput-keriput dan cekungan dari beberapa bagian wajah beliau. Usianya lebih dari ½ abad kini, tetapi semangatnya untuk selalu menjaga anaknya membuat saya seringkali malu. Kemarin ketika membuka sosial media, beberapa orang sedang membahas tentang hari ibu. Semakin membuat saya malu dan haru. Setelah lima tahun saya tidak bersama beliau, sekarang saya memilih untuk lebih dekat dan menjaga beliau. Berharap bisa memberikan yang terbaik untuk beliau meski tak sanggup menggantikan 25 tahun kasih saying beliau terhadap saya. Untuk teman-teman yang masih bersama ibu masing-masing, mari belajar untuk selalu berterimakasih meski tak mampu mengganti kasih sayangnya. Bagiibunya yang telah tiada, mari kirim doa dan muliakan para perempuan di luar sana layaknya ibu bagi putra-putri mereka.
GURAT ITU SEMAKIN JELAS GURAT ITU SEMAKIN JELAS Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 8:24 pm Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.