TIDAK PERLU BERLEBIHAN

Seharian kemarin (23/11/2013) di rumah sedang diadakan acara aqiqah keponakan yang umurnya genap 1 bulan tanggal 19/11/2013 lalu. Segala persiapan dilakukan terutama menu olahan kambing. Untuk mempermudah proses pengolahan, keluarga memilih untuk memesan jasa penyedia aqiqah yang menawarkan berbagai fasilitas utamanya olahan kambing.
Pemesanan olahan kambing dilakukan satu minggu lalu sebelum acara digelar. Dirumah sudah disediakan kotak-kotak kardus untuk mengemas sate dan gulai kambing. Sebenarnya banyak menu pilihan yang ditawarkan akan tetapi keluaga menjatuhkan pilihan pada menu yang sering dipilih tersebut. Usai mengemas menu dalam satu kotak berisi nasi, acar, sate, gulai, kerupuk udang, mie, perkedel, dan telur asin, semua keluarga berkumpul dan dipanjatkan doa. Usai doa dipanjatkan, kardus-kardus nasi dibagikan sebagian di bagikan ke tetangga, sebagian ke saudara, sebagian lainnya  ke sebuah yayasan pengelola anak yatim piatu dan sedikit untuk keluarga dirumah.
Tibalah saat dimana, keluarga mencicipi menu aqiqah. Dari 5 orang yang ada di rumah, hanya 1 yang tidak suka dengan oalahan kambing. Orang itu adalah ibu dari yang diaqiqahkan alias kakak perempuan saya. Saya sendiri bukan “penggila” olahan kambing. Hanya mencicipi sekedarnya untuk ikut merasakan. Pernah suatu ketika saat masih berada di Bali (denpasar tepatnya) untuk menyelesaikan proses study saya, saat itu lebaran haji (idul adha) tahun 2008 atau 2009. Seperti idul adha di tahun-tahun sebelumnya, usai melakukan sholat id saya membantu melakukan pemotongan daging hewan qurban yang sudah di sembelih. Tugas masing-masing sudah dibagi. Hingga proses berlangsung menjelang dzuhur. Setelah semua selesai, petugas (yang membantu penyembelihan, pemotongan, dll) disediakan menu makan siang oalahan kambing. Seperti sewajarnya, ada gulai dan sate kambing. Tibalah saat saya mencoba mengambil bagian saya. 5 tusuk sate dan gulai kental bersama daging tersaji di piring. Tanpa banyak berfikir, saya lahap hingga selesai. Setelah semua selesai, bersih-bersih kemudian ibadah dzuhur ditunaikan. Pembagian daging dilakukan usai dzuhur.
Setelah semua selesai, saya memilih pulang ke kontrakan. Sedikit merebahkan badan yang seharian “bergulat” dengan kambing dan sapi. Sore hingga petang, keadaan masih baik-baik saja. Malam hari usai aktifitas harian, saya kembali memilih istirahat lebih cepat karena kondisi badan serasa kurang nyaman. Hingga keesokan hari saat akan subuhan, badan tidak lagi bisa bangun dengan kepala seperti dipukul-pukul dan mengguncang-guncang. Rasa pusing menyerang sangat kuat dan saya berkesimpulan semua ada hubungannya dengan olahan kambing yang saya makan sebelumnya. 2 hari saya hanya bisa berjalan tertatih berpegangan pada dinding. Aktifitas jadi terganggu dan semua rencana menjadi berantakan.
Hari ini (24/11/2013) setelah kemarin hanya mengkonsumsi 1 tusuk sate dan sedikit daging gulai juga kuah gulai yang dicampur dengan sambal kecap manis, badan hanay capek karena prosesi aqiqah. Selebihnya, rasa pusing tidak ada dan pagi ini saya bisa menulis di blog tanpa kendala (: senangnyaaaa…
Dengan begini saya jadi tahu, untuk bisa menikmati sesutau tidaklah perlu berlebihan. Yang penting sudah merasakan. Toh memang, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bukan (:
TIDAK PERLU BERLEBIHAN TIDAK PERLU BERLEBIHAN   Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 5:42 am Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.