Pemesanan olahan kambing dilakukan satu minggu lalu sebelum acara
digelar. Dirumah sudah disediakan kotak-kotak kardus untuk mengemas sate dan
gulai kambing. Sebenarnya banyak menu pilihan yang ditawarkan akan tetapi
keluaga menjatuhkan pilihan pada menu yang sering dipilih tersebut. Usai mengemas
menu dalam satu kotak berisi nasi, acar, sate, gulai, kerupuk udang, mie,
perkedel, dan telur asin, semua keluarga berkumpul dan dipanjatkan doa. Usai doa
dipanjatkan, kardus-kardus nasi dibagikan sebagian di bagikan ke tetangga, sebagian
ke saudara, sebagian lainnya ke sebuah
yayasan pengelola anak yatim piatu dan sedikit untuk keluarga dirumah.
Tibalah saat dimana, keluarga mencicipi menu aqiqah. Dari 5 orang yang
ada di rumah, hanya 1 yang tidak suka dengan oalahan kambing. Orang itu adalah
ibu dari yang diaqiqahkan alias kakak perempuan saya. Saya sendiri bukan “penggila”
olahan kambing. Hanya mencicipi sekedarnya untuk ikut merasakan. Pernah suatu
ketika saat masih berada di Bali (denpasar tepatnya) untuk menyelesaikan proses
study saya, saat itu lebaran haji (idul adha) tahun 2008 atau 2009. Seperti idul
adha di tahun-tahun sebelumnya, usai melakukan sholat id saya membantu
melakukan pemotongan daging hewan qurban yang sudah di sembelih. Tugas masing-masing
sudah dibagi. Hingga proses berlangsung menjelang dzuhur. Setelah semua
selesai, petugas (yang membantu penyembelihan, pemotongan, dll) disediakan menu
makan siang oalahan kambing. Seperti sewajarnya, ada gulai dan sate kambing. Tibalah
saat saya mencoba mengambil bagian saya. 5 tusuk sate dan gulai kental bersama
daging tersaji di piring. Tanpa banyak berfikir, saya lahap hingga selesai. Setelah
semua selesai, bersih-bersih kemudian ibadah dzuhur ditunaikan. Pembagian
daging dilakukan usai dzuhur.
Setelah semua selesai, saya memilih pulang ke kontrakan. Sedikit merebahkan
badan yang seharian “bergulat” dengan kambing dan sapi. Sore hingga petang,
keadaan masih baik-baik saja. Malam hari usai aktifitas harian, saya kembali
memilih istirahat lebih cepat karena kondisi badan serasa kurang nyaman. Hingga
keesokan hari saat akan subuhan, badan tidak lagi bisa bangun dengan kepala
seperti dipukul-pukul dan mengguncang-guncang. Rasa pusing menyerang sangat
kuat dan saya berkesimpulan semua ada hubungannya dengan olahan kambing yang
saya makan sebelumnya. 2 hari saya hanya bisa berjalan tertatih berpegangan
pada dinding. Aktifitas jadi terganggu dan semua rencana menjadi berantakan.
Hari ini (24/11/2013) setelah kemarin hanya mengkonsumsi 1 tusuk sate
dan sedikit daging gulai juga kuah gulai yang dicampur dengan sambal kecap
manis, badan hanay capek karena prosesi aqiqah. Selebihnya, rasa pusing tidak
ada dan pagi ini saya bisa menulis di blog tanpa kendala (: senangnyaaaa…
Dengan begini saya jadi tahu, untuk bisa menikmati sesutau tidaklah
perlu berlebihan. Yang penting sudah merasakan. Toh memang, segala sesuatu yang
berlebihan itu tidak baik bukan (:
TIDAK PERLU BERLEBIHAN
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
5:42 am
Rating:
No comments: