Judul tulisan ini bagi sebagian
banyak orang sangat menyakitkan. Ingin sekali dihindari dan tidak ingin
mendengarnya. Kemarin, hari jumat tepatnya. Ketika sedang istirahat siang
sepulang sholat jumat dan menunggu kabar dari tim saya untuk menyelesaikan pekerjaan,
ada pesan singkat masuk ke telepon selular yang intinya berbunyi bingung dan
meminta saya mencarikan pekerjaan untuknya.
Ceritanya berawal ketika beberapa
hari sebelum bulan Ramadhan lalu, di rumah sedang diadakan syukuran 7 bulanan
kehamilan saudara saya sekaligus kirim doa untuk mendiang almarhum Bapak.
Diminta tolonglah saya untuk memesan 7 kardus roll cake di sebuah toko kue yang
jaraknya tidak begitu jauh. Kalau tidak salah itu merupakan cabang toko kue
kesekian dari sebuah bisnis rumahan di kota saya. Singkat cerita, sebenarnya
ini bukan kejadian pertama yang keluarga saya alami ketika memesan kue. Ketujuh
kardus kue yang saya pesan semuanya salah isi. Bukan roll cake yang kami dapati
tetapi spiku. Toleransi kesalahan sudah pernah kelarga saya lakukan beberapa
kali dalam pemesanan. Sampai pada akhirnya kejadian hari itu membuat keluarga
di rumah cukup kecewa dan meminta saya menghubungi pihak toko bukan nermaksud
untuk marah tetapi menyampaikan teguran pada manajemen untuk melakukan evaluasi
dan agar tidak teledor.
Pada saat pemesanan, dengan nota
tertulis jelas detil dengan jumlah potongan serta rasa dan jenis kue. Namun,
ketika diambil ternyata tidak sesuai pesanan. Beberapa karyawan malah asyik
bercanda dan mengesampingkan pelayanan. Sampai akhirnya pihak toko meminta saya
meninggalkan nomer telepon selular. Dari sinilah saya sebelumnya dihubungi
untuk segera mengambil pesanan karena toko akan tutup. Sampai akhirnya saya
menelpon kembali untuk menegur pihak toko karena kesalahan yang fatal. Beberapa
minggu berlalu sampai akhirnya, jumat kemarin yang bersangkutan berkata pada
saya bahwa telah diberhentikan secara tidak hormat oleh owner bisnisnya. Saya
berasumsi, dengan kinerja demikian ketika ada pelanggan malah asyik bercanda
dan pemenuhan pesanan terjadi kesalahan berulang-ulang hingga merugikan
konsumen. Apakah penyebab yang bersangkutan diberhentikan hanya karena sebuah
telepon dari saya. Semoga saya bisa belajar dari kasus ini. Akumulasi-akumulasi
kesalahan yang terjadi menjadikan kredibilitas diri menurun, akan tetapi semua
kesalahan bisa diperbaiki selama masih memiliki umur di dunia.
Mari terus perbaiki diri.. Salam
Kawan LangKA..
YOU ARE FIRED!
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
5:50 am
Rating:
No comments: