BEGINI SEHARUSNYA

Pagi ini, di sela-sela saya sedang berkeinginan merampungkan sebuah novel yang semoga mendapat tempat di hati editor dan naik cetak di meja penerbit. Saya mencoba membuka-buka TL[1] di account twitter pribadi saya @dikaMGA. Ada salah satu account yang saya follow, yakni sebuah account beasiswa yang saya peruntukkan untuk menjaga mimpi pribadi tentang gelar Magister. Tapi sampai saat ini belum membulatkan tekat ke arah sana. Account itu hanya menjadi media saya mencari-cari informasi tentang apa yang dibutuhkan seseorang untuk benar-benar bisa dan pantas mendapatkan beasiswa S2. Hehe curhat dikit :-p

Balik ke soal inti yang ingin saya tulis pagi ini. Secara tidak sengaja, di TL twitter pribadi saya ada update dari account beasiswa yang saya ceritakan di atas. Isinya kurang lebih seperti ini “Beasiswa PPA dan BBBM untuk mahasiswa D3 dan S1 di salah satu PTN[2] di Jakarta khusus bagi mahasiswa YANG TIDAK MEROKOK (sengaja saya caps lock)”. Mengingat tentang ketika saya juga mengajukan persyaratan yang sama untuk beasiswa BBBM saat menempuh pendidikan Strata 1 di salah satu PTN di Bali beberapa tahun silam seperti yang saya tulis di profil saya (Profil MGA). Saat itu beberapa teman-teman saya yang juga ingin mengajukan beasiswa dengan mudahnya mengepulkan asap di wilayah kampus. Hak setiap orang memang jika berkeinginan untuk merokok, tapi juga hak setiap orang untuk mendapatkan udara segar tanpa asap rokok. Setidaknya, dengan persyaratan mendapatkan beasiswa kampus disertakan khusus bagi mahasiswa yang tidak merokok adalah upaya untuk tetap menjaga generasi bangsa ini memiliki kebiasaan baik yakni meninggalkan rokok bahkan semoga memunculkan pertanyaan yang tidak perlu ada jawabannya seperti.. apa sih rokok itu? Bagaimana rokok dibuat? (jawaban untuk itu semoga hanya di dapat generasi masa akan datang di internet atau kakek/buyut dan mereka tidak ingin merasakannya). Sekalipun tidak mudah untuk mendeteksi apakah mahasiswa yang mengajukan persyaratan beasiswa merokok atau tidak. Pada akhirnya bicara soal kejujuran.

Berbicara soal kejujuran. Ketika berbicara soal beasiswa, maka yang ada di benak setiap mahasiswa adalah “UANG” atau subsidi lain-lain dalam pebiayaan kuliah. Maka kemudian, ketika setiap pribadi mencoba melakukan aksi tipu-tipu mengatakan tidak merokok untuk mendapat beasiswa, bisa dikatakan bahwa segala cara akan ditempuh untuk mendapatkan “uang atau biaya subsidi” tersebut. Terlepas dari permasalahan sosial yang ada. Semoga Negara ini cukup menjadi PRODUSEN ROKOK TERBESAR dan menjualnya ke seluruh pelosok dunia sebagai bagian dari penambahan devisa Negara dan semua rakyat Indonesia tidak menjadi konsumen rokok produksi dalam dan luar negeri. AMIN!! BEGINI SEHARUSNYA! Semoga kita sadar bahaya rokok. Mulai dari kesehatan sampai finansial rumah tangga menjadi berantakan hanya demi mendapat sepuntung rokok.

[1] Time Line
[2] Perguruan Tinggi Negeri
BEGINI SEHARUSNYA BEGINI SEHARUSNYA Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 9:20 am Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.