Penerimaan rapor/buku laporan penilaian hasil belajar kepada setiap wali murid berlangsung sangat lama dengan suasana yang kala itu cukup membuat perasaan kurang nyaman dan gaduh. Syukurlah, akhirnya setelah menunggu giliran dan menerima rapor semua anak kelas 2-5 naik ke jenjang kelas berikutnya. Belum berhenti sampai di situ, pada hari selanjutnya adalah waktu dimana pengumuman bagi setiap murid untuk mendapatkan penjurusan kelas sesuai kompetensinya. Setiap kertas yang tertempel pada 5 kelas di sudut utara lingkungan sekolah terbagi menjadi 2 kelas IPA diurutan terdepan menyusul berikutnya 3 kelas IPS menjadi pusat perhatian para murid tak lelah menempelkan ujung telunjuknya mengurut setiap nama dan mencari data pribadinya.
Aku sendiri masuk ke dalam kelas IPA 2 bersama beberapa teman dari kelas 2-5 sebelumnya, dan cukup menyenangkan, disisi kelas yang lain ada beberapa murid yang berharap masuk ke dalam kelas IPA tapi terdaftar dalam kelas IPS menjadikannya sangat terpukul dan keesokan harinya bersama-sama dengan orang tuanya yang bersangkutan datang menghadap wali kelas di tingkat kelas sebelumnya dan kepala sekolah. Setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari kedua belah pihak antara pihak sekolah dan wali murid menyinggung tentang kompetensi murid yang nilainya tidak bisa mendukung yang bersangkutan masuk ke dalam kelas IPA yakni mata pelajaran FISIKA karena kurang 1 poin. Dengan berbagai bentuk pertimbangan dan solusi dari wali murid bahwa akan ada tindakan intensif pembelajaran untuk hal tersebut akhirnya murid yang bersangkutan diperbolehkan masuk ke kelas IPA.
Singkat cerita semua berlalu dan setiap murid juga wali murid telah menerima hasil final klasifikasi sesuai kompetensi anak, dan mulailah aku bersama pula temanku lainnya mulai masuk ke dalam kelas IPA-2. Hari pertama adalah perkenalan pada setiap guru pengajar dan tanpa basa-basi perkenalan yang hanya 10 menit langsung berubah menjadi area menegangkan karena pelajaran langsung dimulai!. huuuuu.. penonton kecewa.. hahhaa :D
Begitu seterusnya hingga datang saat wali kelas mendapat giliran mengajar dan mulai memperkenalkan diri dengan mata pelajaran matematika.. wow!! Laki-laki paruh baya yang seorang wali kelas juga sebagai guru matematika ini dikenal tegas, disiplin dan punya metode mengajar yang menurutku unik tapi terarah, dari awal hingga akhir masa sekolah, semua murid digembleng dengan kumpulan soal-soal dari tahun yang jauh sebelumnya dan ternyata beliau memang rajin mengumpulkan soal-soal ujian sebagai bank soal kemudian dimodifikasi beberapa angka dan metode kemudian dibukukan untuk pelajaran anak didiknya. setiap kali mengajar tidak lepas dari gaya khasnya yang berapi-api dan tidak segan menekan muridnya agar bisa menguasi setiap soal yang disodorkan dengan senyum khasnya yang hanya memperlihatkan sebagian kecil giginya.. hihi :)
Tahun 2006 adalah masa indah dalam dinamika pergolakan pemikiran anak-anak SMA pada masaku waktu itu, hubungan emosional dan spiritual yang terjalin dengan wali kelas yang juga master dibidangnya memberi jalan keluar terbaik bagi setiap anak yang diharuskan terpaku pada kurikulum yang telah tersusun. UAN yang telah dipersiapkan semenjak awal ketika pertama kali kaki menginjak kelas IPA-2 telah mengubah pemikiran setiap anak tentang hal menakutkan dari Ujian Akhir Nasional menjadi suatu hal yang lumrah sebagai kewajiban seorang murid dalam menunjukkan kompetensinya. Hasilnya semua lulus tidak hanya kelas IPA-2 tapi juga seluruh murid di SMA 1 Bangsal Mojokerto.. 100% lulus!!
Beda tipis antara tegas, galak, dan sayang dengan muridnya tapi kemunculannya selalu ditunggu
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
6:47 am
Rating:
:-) nice artikel ..
ReplyDeletesalam kenal.. mapir juga ke blog saya GAn
dan tinggalkan komentarnya ya