Belum
lepas ingatan kita tentang maraknya aksi perkosaan di dalam angkot sepanjang
tahun 2011 dan awal 2012 yang tak hanya menghilangkan keperawanan (harga diri)
korban tetapi juga harta benda bahkan nyawa sekalipun tak segan diambil oleh
para pelaku.
Sampai saat ini kondisi tersebut kerap masih terjadi dan mulai
merambah wilayah-wilayah di daerah. kondisi ini tentu meresahkan setiap
pengguna jasa transportasi umum di seluruh kalangan. tak pandang bulu korban
dari kalangan manapun bisa ”digarap” oleh pelaku yang tak lagi memiliki akal
sehat. muali dari mahasiswa hingga ibu-ibu rumah tangga.
Polemikpun
terjadi, setiap orang memiliki asumsi dari penyebab maraknya aksi pemerkosaan
didalam angkot. mulai dari calon korban yang terlalu menarik perhatian dengan
menggunakan bahan pakaian yg terlalu minim hingga memunculkan niat jahat para
pelaku kejahatan pemerkosaan, ada pula yang berasumsi bahwa tujuan utama dari
kejahatan pada awalnya hanya melakukan perampokan kemudian menjurus pada
tindakan asusila karena para pelaku kejahatan telah dikuasai oleh pandangan
yang ”gelap” dari sebuah keadaan. Kemudian muncul kontroversi mengenai
pemakaian bahan pakaian yang terlalu minim oleh para kaum hawa karena itu
merupakan hak. Dan tidak sedikit yang keberatan tentang pola berpakaian jaman
sekarang yang terlalu terbuka. maka semua kemabli pada penilaian pribadi
masing-masing tentang mana yang benar dan mana yang salah.
Sedikit
mereda tentang kabar pemerkosaan dalam angkot, dipembuka tahun 2012 masyarakat
Indonesia dikagetkan dengan laka lantas kendaraan pribadi yang dikenal dengan
peristiwa ”tugu tani”. Seorang pengendara mobil berjenis kelamin perempuan yang
tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan mobil yang dikendarai ternyata
tidak ber-STNK ”menyeruduk” pejalan kaki yang baru saja menikmati minggu
paginya di sebuah monumen di Jakarta. Usut punya usut, ternyata pengendara
teridentifikasi dibawah pengaruh NARKOBA (Narkotika, Psikotropika, dan
Obat-obatan Terlarang). yang membuat masyarakat semakin kaget adalah korban
jiwa yang tidak sedikit seketika meninggal di tempat dan juga dalam perjalanan
menuju RS. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan pihak
yang berwenang.
Tak
lama berselang berbagai jenis kecelakaan beruntun melibatkan Bus umum, Bus
Pariwisata, pejalan kaki, kendaraan pribadi bermunculan dimana-mana. Dari
kejadian tersebut jatuh korban jiwa yang tidak sedikit dan berlangsung
terus-menerus. Dari kejadian sopir mengantuk, kondisi kendaraan yang tidak
layak jalan, sopir yang tidak disiplin cenderung ugal-ugalan, menaikkan
penumpang melebihi kapasitas yang seharusnya, dan lain sebagainya telah
membayangi pikiran masyarakat untuk berpikir berkali-kali jika ingin bepergian.
Belum
selesai kasus-kasus yang menimpa transportasi darat, kabar ”kurang sedap”
datang dari kedirgantaraan Indonesia. Muncul selogan ”Peti Mati Terbang” untuk
menggambarkan keadaan sebuah maskapai penerbangan swasta karena kenalan oknum
pilot yang mengonsumsi NARKOBA 3 jam sebelum menerbangkan pesawat. Beritanya
mulai ”ngetren” diakhir tahun 2011 dan awal tahun 2012 mulai mencoreng
transportasi Indonesia mengingat negara ini merupakan destinasi pariwisata
wisatawan mancanegara yang cukup banyak menggunakan jasa penerbangan untuk
sampai ketempat tujuan. Bagaiamana prosedur penerapan keamanan di maskapai
penerbangan tersebut mulai dipertanyakan sampai akhirnya berita menjalar dan
memnculkan asumsi tentang penyelundupan NARKOBA melalui pilot dan pramugari
sebuah maskapai.
Menuju Negara Maju, Mari Bicara Alat
Transportasi
Apa yang penting mengenai alat transportasi?
Bagaimana setiap orang mampu melakukan proses transaksi langsung dengan cepat?
Berapa biaya yang harus dikeluarkan jika alat transportasi kurang memadai?
Bagaimana kinerja karyawan jika sulit menjangkau tempat kerja? dan masih banyak
pertanyaan-pertanyaan lain yang harus dijawab.
Sebagai
negara kepulauan dengan topografi daratan yang berkelok, naik turun, dan terjal
serta panjang sebagai cerminan dari negara tropis, sangat penting untuk yang
pertama memikirkan alat transportasi yang memadai serta nyaman. Karena memang
alat transportasi merupakan vital dan denyut dari perputaran sebuah roda
kehidupan disuatu wilayah dengan peran sebagai penghubung antara potensi yang
satu dengan potensi yang lain. Apa salah satu pertimbangan investasi di suatau
wilayah? Akses menuju dan ke satu wilayah yakni transportasi. Semoga dengan
adanya kejadian akhir-akhir ini para pemegang peranan kondisi Indonesia mampu
memberikan yang terbaik demi terwujudnya masyarakat adil makmur.
DUKA LARA TRANSPORTASI INDONESIA
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
5:08 pm
Rating:
Reviewed by dikaguzana.blogspot.com
on
5:08 pm
Rating:

No comments: