GERAKAN MAHASISWA DAN RELEVANSI ZAMAN (Refleksi Rentetan Aksi Aktivis HMI Cabang Makassar dan HMI seluruh Indonesia)

Sejarah bangsa Indonesia tidak pernah luput dari pola gerakan-gerakan, mulai dari pelajar hingga rakyat biasa. Keterlibatan kaum intelektual (pelajar dan mahasiswa) banyak mewarnai berbagai cetusan-cetusan ide guna membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Tak jarang jika gerakan kaum intelektual sering menjadi cikal bakal perjuangan nasional. Jika diulas secara runut, bisa dikatakan kaum intelektual adalah poros utama penggerak perputaran roda kehidupan bangsa Indonesia. Dikatakan seperti Boedi Oetomo (20 Mei 1908) merupakan organisasi pelajar-pemuda-mahasiswa tertua di Indonesia yang memiliki system organisasi modern pada masanya. Periode berikutnya (1922) Mohammad Hatta sebagai salah satu orang Indonesia yang menempuh study di Nederland Handelshogeshool Rotterdam-Belanda mendirikan Indische Vereeninging/Indonesische Vereeninging yang berorintasi politik jelas dan pada 1925 untuk memperjelas identitas nasionalisme, organisasi ini berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia.
Dan pada masa itu banyak bermunculan organisasi-organisasi lain diantaranya Indische Partij dengan propaganda Kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam dan Muhammadiyah dengan dasar agama beraliran nasionalis demokratis, serta Indische Sociaal Demoratiche Vereeninging yang berhaluan Marxisme, yang kesemuanya menambah haluan cita-cita bangsa Indonesia terutama kearah politik.
Pada tahun 1924 saat sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Indonesische Vereeninging kembali ke tanah air dari studynya di Rotterdam-Belanda, kecewa melihat perkembangan politik dan kekuatan perjuangan pada saat itu akhirnya membentuk kelompok-kelompok study yang melahirkan dua kelompok study yaitu Kelompok Study Indonesia (29 Oktober 1924) di Surabaya dan Kelompok Study Umum (11 Juli 1925) di Sekolah Tinggi Teknik Bandung. Terinspirasi munculnya kelompok-kelompok study tersebut akhirnya terbentuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) tahun 1926. Dari kemunculannya, akhirnya pada 28 Oktober 1928 melahirkan Sumpah Pemuda yang dicetuskan melalui Kongres Pemuda II di Jakarta yang dimotori oleh PPPI. Memasuki tahun 1945, pengaruh Kolonial Belanda cukup kuat pada masa itu hingga mengakibatkan kelompok-kelompok study berubah menjadi partai politik yang bertujuan agar memperoleh basis massa yang lebih banyak. Dimana pada saat itu Kelompok Study Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia, sedangkan Kelompok Study Umum berubah menjadi Perserikatan Nasional Indonesia. Namun, pada masa penjajahan Jepang yang bersifat represif, mengakibatkan kondisi pendidikan dan perpolitikan di tanah air kurang baik hingga adanya pembubaran organisasi-organisasi kemahasiswaan. Karenanya praktis kegiatan mahasiswa dalam berorganisasi cenderung sembunyi-sembunyi hingga akhirnya terjadi peristiwa dimana Soekarno dan Moh. Hatta di culik oleh para mahasiswa dan dibawa ke Rengasdengklok (peristiwa Rengasdengklok) serta mendesak agar segera memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dimana para penggagas ide (mahasiswa) dikenal dengan sebutan angkatan muda ’45.
Berikutnya, pada periode 1947-1959 banyak bermunculan berbagai macam organisasi-organisasi kemahasiswaan diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan lain-lain yang mewarnai berbagai pola-pola gerakan mahasiswa pada masa itu. Memasuki tahun 1966 berbagai organisasi yang difasilitasi oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan pada masa itu yakni dr. Syarief Thayeb menghimpun diri dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) untuk mengakomodir gerakan mahasiswa yang bertujuan untuk mengganyang PKI (Partai Komunis Indonesia) dengan membawa isu “Komunis adalah bahaya laten Negara” yang pada saat itu CGMI merupakan satu-satunya organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan PKI dan tidak turut dalam KAMI secara tidak langsung juga ikut dilenyapkan. Dan pada tahun 1966 merupakan awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara umum serta setelah berakhirnya rezim orde lama berganti dengan orde baru dan memberikan hadiah kepada para mahasiswa ’66 menjabati anggota parlemen pada masa itu serta para aktivis mahasiswa pada saat itu dikenal dengan sebutan angkatan ’66.
Pada periode 1974-1990an, yang pada masa-masa sebelumnya dekat dengan militer menjadi berkebalikan. Karena pada saat itu konfrontasi dengan pihak militer cukup tinggi dan terjadilah peristiwa pada tanggal 15 Januari 1974 sebagai buntut dari aksi aktivis mahasiswa memprotes kedatangan PM Jepang pada masa itu dan peristiwa ini dikenal dengan sebutan “Malari” (Malapetaka 15 Januari). Setelah itu pada tahun 1978 untuk menekan pola-pola gerakan mahasiswa pemerintah menerapkan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) hingga mengakibatkan gerakan mahasiswa hampir lumpuh total di setiap daerah. Memasuki tahun 1990 setelah hampir 11 tahun, system NKK/BKK dihapuskan dan digantikan dengan PUOK (Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan), namun dikalangan mahasiswa hal ini masih menjadi suatu kebingungan karena dianggap hanya akan membatasi ruang gerak mahasiswa di internal kampus serta memutus alur aliansi keluar kampus dan pada masa itu mahasiswa masih dilarang untuk menyampaikan aspirasinya di luar kampus. Setelah berlalu hampir 8 tahun, memasuki tahun 1998 merupakan puncak gerakan-gerakan mahasiswa besar-besaran di berbagai daerah dan di Jakarta ribuan mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR yang akhirnya mendesak mundur presiden Soeharto dari jabatannya. Akibat dari peristiwa ’98, banyak aktivis mahasiswa yang hilang dan berjatuhan (meninggal dan luka-luka) akibat dari sikap represif pemerintah melalui kekuatan-kekuatan militer dan aparat keamanan untuk menekan pola gerakan aktivis mahasiswa yang akhirnya memunculkan berbagai peristiwa kelam gerakan mahasiswa pada masa itu diantaranya: Peristiwa Cimanggis, Gejayan, Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II, dan Tragedi Lampung. Hal ini berlangsung hingga pemilu 1999.
Memasuki tahun-tahun berikutnya mulai tahun 2000 – sekarang, gerakan mahasiswa sebagai moral force mencoba membentuk opini guna mengembalikan masa-masa dimana gerakan mahasiswa merupakan jalan alternative yang bisa dipilih guna membawa perubahan terhadap bangsa ini ke arah yang lebih baik. Tetapi dengan adanya perkembangan pengetahuan, teknologi, infiltrasi budaya, pendewasaan pemikiran masyarakat, peningkatan ekonomi rakyat (walaupun belum merata) seakan meratakan semua idealisme mahasiswa kebanyakan untuk kembali menyuarakan aspirasi-aspirasi yang masih belum tersampaikan dari masyarakat kepada pemerintah baik di daerah maupun pusat. Bisa dikatakan bahwa mahasiswa saat ini sudah mulai pragmatis dengan mengedepankan kebutuhan pribadi diatas segala-galanya dan secara tidak sadar mengeneralisir pahaman-pahaman tersebut pada banyak orang. Hal ini menjadikan ruang gerak mahasiswa yang mengenal hukum jalanan, menjadikan aspal-aspal kota sebagai mimbar terbuka menyampaikan aspirasi menjadi sempit. Beriringan dengan kelompok-kelompok masyarakat mapan terpelajar serta cenderung individualis mulai kurang nyaman dengan cara-cara yang ditempuh aktivis mahasiswa. Sebagai sebuah embrio pemikiran-pemikiran yang memberikan sumbangsih kemerdekaan bangsa Indonesia, aktivis mahasiswa saat ini dituntut untuk mampu membaca situasi guna mengembalikan masa dimana mahasiswa dibutuhkan oleh masyarakat melalui cara-cara yang elegan, etis, dan bermartabat dan hal ini tidak terlepas dari perhatian pemerintah baik daerah maupun pusat untuk terus mengawal perubahan bangsa menjadi lebih baik. Terkait hal tersebut apakah memang bangsa ini telah mampu berubah tanpa kawalan para kaum intelektual kampus?? Hanya anda yang memiliki jawabannya.


Mahardika G. A.
Kabid Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP)
HMI Cabang Denpasar Periode 2009-2010
GERAKAN MAHASISWA DAN RELEVANSI ZAMAN (Refleksi Rentetan Aksi Aktivis HMI Cabang Makassar dan HMI seluruh Indonesia) GERAKAN MAHASISWA DAN RELEVANSI ZAMAN (Refleksi Rentetan Aksi Aktivis HMI Cabang Makassar dan HMI seluruh Indonesia) Reviewed by dikaguzana.blogspot.com on 11:15 am Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.